( Presepsi Pemotongan Kue )
Siang tadi Pemuda/Pemudi Imanuel Dekai mengadakan
Ibadah Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke 10, yang berlangsung di, Gedung Gereja Jemaat Imanuel Dekai Jl. Logpon KM 3. (13/9/2019)
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gembala 3 Jemaat
Imanuel Dekai, Gembala Pemuda dan Seluruh Pemuda Pemudi Jemaat Imanuel Dekai,
serta simpatisan dari beberapa pemuda
pemudi dari denominasi Gereja yang ada di kota dekai yang turut mengambil
bagian dalam ibadah siang tadi. (13/9/2019).
Ibadah siang tadi dibawakan langsung oleh
Gembala Pemuda (Ev. Frans Esema, S.Th) dengan Thema “Berubah Untuk Menjadi
Kuat” (Roma 12 :1-2), Sub Thema : “Melalui HUT yang ke 10 ini, Pemuda/i Imanuel
Mempersiapkan Diri Untuk Menghadapi Tantangan Global”.
Dalam khotbahnya Frans Esema menyampaikan bahwa
Pemuda/i harus siap menghadapi tantangan Global saat ini, semuanya harus
dimulai dari diri kami dengan mengenal siapa diri kami dan apa status kami,
jika kami seorang siswa, maka tugas kami
belajar. Tegasnya.
Frans juga menyampaikan agar pemuda/i bijak
dalam menggunakan tehknologi di era Milenia saat ini. Tehknologi sendiri
mempunyai hal positif dan negatif, jika kami sebagai pemuda/i selalu salah
dalam menggunakan tehknologi mulai dari yang paling kecil sekalipun yaitu
Handphone/HP maka secara tidak langsung kami akan jatuh ke dalam ketenaran
dunia, contoh konkrit yang sedang tenar di kalangan muda/mudi saat ini adalah permainan
LUDO KING yang membuat kaum muda/mudi malas untuk mengembangkan karunia/talenta
yang sudah diberikan oleh Tuhan Yesus sejak ia dilahirkan, hal ini membuat
seseorang tidak sadar sehingga harus duduk berjam-jam dalam kerumulannnya hanya
untuk bermain LUDO dengan uang sebagai taruhannya, dan disitulah kami bisa
melihat bahwa pengaruh negtif dalam theknologi telah merajalela, Jika anda
dikarunia sebagai pemain musik maka lakukanlah itu hanya untuk melayani Dia
yang memberikan talenta itu kepada mu, apabila engkau dikaruniai untuk
bernyanyi maka bernyanyilah untuk kemuliaan DIA, jika anda dikarunia untuk
mendidik maka didiklah orang agar dia mendapatkan hikmat dan pengetahuan yang
berasal dari Kristus Yesus.
Setelah ibadahpun dilanjutkan dengan presepsi
pemotongan Kue Ulang Tahun yang ke 10.
Gembala 3 Jemaat Imanuel Dekai (Pdt. Naten
Asso, S.Mth) dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal yang dikutip dari dalam Injil Yohanes 1:17 mengatakan bahwa
Tuhan Yesus sendiri telah mengajarkan kepada kita untuk berdoa dalam segala hal, disini yang harus
kita doakan ada tiga hal; pertama kita harus berdoa untuk diri kita
sendiri, kedua mendoakan orang lain dan yang ketiga mendoakan Gereja pada
umumnya dan pemerintahan yang ada di muka bumi, Tuhan Yesus sendiri mengatakan
Aku ada didalam Bapa dan Allah di dalam Aku dan Roh Kudus bersama-sama dengan
kami, yaitu Allah, Anak dan Roh Kudus Adalah Satu. Naten Asso juga mengingatkan
kepada pemuda/pemudi saat ini untuk harus menjadi satu seperti teladan yang diberikan
Tuhan Yesus kepada kami. Yang artinya pemuda/pemudi harus kompak dan menjadi
satu dalam menyikapi segala persolan yang datang dari luar maupun dari dalam.
Selain itu Sekretaris Pemuda pemudi (Steven
Hesegem) dalam sambutannya juga mengatakan bahwa semua hal yang mau Tuhan Yesus
berikan kepada kita sudah ada di depan mata kita atau sudah disiapkan kepada
kita sejak kita masih berada di dalam rahim ibu kita hingga saat ini semuanya
sudah ditentukan dan disediakan oleh Yesus, namun tergantung bagaimana cara
kita memperoleh dan mendapatkannya itu semua kembali kepada kita, mulai dari
umur panjang, karier, jabatan, pekerjaan, kesuksessan dan jodoh itu hanya
selangkah saja, jika kita jauh dari Tuhan Yesus maka apa yang mau Tuhan berikan
kepada kita itu akan menjauh dan sebaliknya apabila kita selalu sibuk dalam
perkerjaan-Nya dan mengikuti semua yang dikehendaki Tuhan Yesus bagi kita maka
semuanya itu akan ditambahkan kepada kita dengan cara-Nya yang tepat.
(13/9/2019)
Yulianus Matuan selaku senioritas juga menambahkan
dalam sambutannya, kami pemuda/pemudi harus mampu menghadapi tantangan saat
ini, baik tantangan yang datang dari luar maupun dari dalam, tantangan
sebenarnya yang terjadi adalah dari orang-orang terdekat kami dari
pemuda-pemudi kami sendiri dan tantangan itu tidak datang dari luar, oleh sebab
itu kita pemuda dan pemudi harus siapkan mental yang baik agar kami tidak
lengah saat menghapadi tantangan tersebut. Kesatuan dan persatuan harus selalu
menjadi prioritas utama dalam Komisi Pemuda dan pemudi. Tegasnya.
Kegiatan siang tadi berjalan
dengan kondusif sangat lancar. (13/9/201909)
________Summit Huntsman
Papua***


Tidak ada komentar:
Write komentar